Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Pria Itu

Gambar
20 tahun, usia yang kubilang masih cukup muda untuk mengawali lembar kasih berdua dalam sebuah ikatan.   Apalagi dia seorang pria, dengan 3 adiknya yang   lebih belia. Namun, itulah yang terjadi, tak ada yang bisa melawan kehendak Illahi.   Ketika rasa itu datang menyapa, mesin waktu seolah tertahan, hanya dua pilihan, take it or leave it, dan sebuah keputusan pun diambil. Dalam keterbatasan gerak, dalam   kesederhanaan hidup dan dalam keberanian sikap, sebuah opportunity cost pun harus dibayarkan, dan akupun banyak belajar dari pria itu. Pria itu mengajarkan padaku bahwa Allah bersemayam dalam setiap jiwa mukmin dan mengawasi hambaNya, tak ada yang luput dari pengawasanNya. Pria itu mengajarkanku bahwa ibadah tak sekedar rutinitas, tapi pengabdian. Pria itu, mengajarkanku tentang makna perjuangan, di saat hidup menghadapkan kita dalam sebuah tantangan yang harus dihadapi. Pria itu, mengajarkanku makna keberanian, karena hidup ini adala

Menapaki Jembatan Ke Arah senja

“Sekarang Allah telah meringankan kepadamu, dan Dia mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Jika ada seratus orang di antara kamu yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang dan jika di antara kamu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 66)             Permasalahan dalam hidup ini seakan tak pernah surut. Berganti dari masalah satu ke masalah lainnya. Karena inilah makna hakiki kehidupan, siklus sebuah proses pendewasaan diri. Tak kan ada ujian jika tak ada level penjenjangan kualitas diri. Tak kan ada kata baik, jika tak ada keburukan. Dan tak kan ada kata putus asa jika kita semua bersemangat. Menyadari adanya kemungkinan – kemungkinan dalam diri ini atas potensi yang ada, saya hanya mencoba mengoptimalkan usia muda yang merupakan zaman keemasan setiap makhluk di bumi ini, jika mereka menyadari. Meski tak banyak yang

Standing Ovation

“ If you believe in something, you should believe that everything is possible! Especially when you were pressed. Although   treasure and knowledge is a power, but dreams is a super power.” (Mei Yunlusi, 2011)              Diriku   tidaklah terlahir dari keluarga sastrawan yang pandai merangkai kata menjadi sebuah mantra. Seorang teman pun pernah berkata kepadaku, bahwa menulis adalah bakat alami, yang diwariskan oleh darah sastrawi dari kedua orang tua kita. Dengan analisisku yang sederhana, makna yang kutangkap dari perkataannya adalah tidak semua orang bisa menulis indah dengan gaya bahasa memikat dan memiliki nilai. Merasa tidak percaya diri, mengurungkan niat untuk menulis pun menjadi pilihan satu-satunya. Bahkan, walaupun sekedar opini untuk majalah kampus atau yang ngetrend sekarang nge-blog, atau sederhananya lagi menulis notes dalam facebook pun tidak berani, hanya karena sebuah ketakutan yang berlebihan terhadap tulisannya sendiri dan ke
Memungut Ide Dalam setiap tulisan, ide menjadi sesuatu yang sangat vital. Tanpanya, sebuah tulisan mungkin hanya akan menjadi kumpulan kalimat yang tidak jelas arahnya. Dengan demikian, ide juga dapat menjadi pemandu tulisan. Sebagai penulis pemula, sering kali kita terjebak untuk memikirkan ide yang hebat-hebat. Kita cenderung berpikir untuk menarik perhatian pembaca melalui tulisan yang hendak kita kerjakan tersebut. Kita lupa bahwa semua yang ada di sekitar kita dapat menjadi ide. Karena ingin menulis sesuatu yang luar biasa, akhirnya kita cenderung mengabaikan hal-hal kecil, hal-hal biasa yang sebenarnya bisa memberi nilai tersendiri bagi tulisan kita. Sebenarnya, kita tidak perlu bersusah-susah mencari ide. Ide ada di sekitar kita. Ide siap untuk diambil. Ide ada dan siap diolah serta dikembangkan. Biasanya, saya akan mendapatkan ide untuk menulis ketika berbincang-bincang dengan sahabat saya. Tidak peduli apakah topiknya berat atau ringan, bila merasa menarik dan

"!"

BERADA pada satu hubungan tak berarti membuat Anda santai begitu saja. Justru dengan terikat dalam sebuah hubungan, Anda perlu melakukan perawatan hubungan agar jalinannya tetap terjaga. Ketika resmi menjalin sebuah hubungan, biasanya masing-masing dari pasangan akan terlihat sifat aslinya. Tak lagi romantis, sepi pujian, dan minim komunikasi. Hal itu pun sering dilakukan para pria. Maklumlah ketika sang pujaan hati sudah di pelukan, mereka kerap terlupa bahwa memelihara hubungan pun tetap perlu dilakukan. Nah, inilah beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti dibeberkan Times of India. - Jangan melupakan pujian. Semua orang khususnya wanita sangat menikmati pujian yang dilayangkan padanya, terutama ketika menyangkut hal-hal baik tentang dirinya. Karenanya, jangan biarkan kebiasaan ini menghilang dari kehidupan Anda. Anda tidak perlu terlalu tinggi memujinya dengan rayuan gombal. Cukup utarakan kalimat sederhana tentang kepiawaiannya memanjakan Anda setiap pagi. Hal it

Ketika Mas Gagah Datang

Gambar
Mas gagah berubah! Ya, beberapa bulan belakangan ini masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah! Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Tehnik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja…ganteng !Mas Gagah juga sudah mampu membiayai sekolahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA. Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku ke mana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak bagiku. Saat memasuki usia dewasa, kami jadi semakin dekat.Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercanda dengan teman-teman. Mas Gagah yang humoris i