Postingan

Tugas Kupu-Kupu pekan 4

Tugas kelas kupu-kupu pekan ini adalah check in. Kembali membuka peta dan melakukan pencocokan. Setelah bikin tabel prioritas di pekan 3 kemarin, ternyata mentoring Saya masuk dalam peringkat kedua, bukan program utama. Akan tetapi masih sejalan, dengan tujuan mentoring, yakni mengembangkan kemampuan menulis. Agenda belajar dan negosiasi masih sama seperti sebelumnya, saya meminta untuk tetap melanjutkan mentoring bersama, dengan konsekuensi yang telah dipertimbangkan matang-matang, mengingat perjalanan sudah sampai di tahap ini, dan sudah jauh melangkah, akan lebih susah bergerak lagi jika harus memulai hubungan dari awal, sejauh ini pun komunikasi kami juga baik, dan masih ada benang merah antara mentoring dengan program prioritas. Dan untuk program mentoring bersama mentee, Alhamdulillah masih berjalan dan lanjut ke fase selanjutnya, tidak ada masalah dan tidak ada putus hubungan, hehe, semoga tetep istiqomah sampai akhir kelas..

Tugas Kupu-Kupu pekan 3

Gambar
Alhamdulillah masih bertahan di kelas kupu-kupu,pekan ini kita diminta membuat skala prioritas dan menentukan  tujuan kelas buncek. Dan berikut tabel tugas saya Dari list prioritas di atas, uraian jangka pendek dan menengah tentang cekatan saya sebagai berikut Dan terakhir tujuan jangka panjangnya sebagai berikut

Assessment Diri

Bagaimana kita mengenal diri sendiri akan membantu kita untuk bisa menentukan arah jalan lebih cepat. Saat kita tau dimana kelebihan kita, dan kita mengasahnya lalu kita mengenal kelemahan kita dan kita tidak berlama-lama dengannya maka hal ini bisa menjadi aktivator untuk berprestasi. Dalam kelas kupu-kupu fase kedua ini kita diajak untuk memberi assessment diri, mengenal diri lebih dalam, sudah sejauh apakah kita berdaya dan bermanfaat. Dengan dibantu mentor saya, teh Deska sebagai mentor bidang kepenulisan, saya merasa bahwa menulis, dalam hal ini tulisan fiksi saya sudah pernah memulainya, dengan bukti empiris terbitnya 2 buku saya tentang parenting. Namun, kendati saya sudah menghasilkan karya, karya saya tersebut masih jauh dari harapan, karena saya berharap dengan menulis saya bisa meninggalkan jejak setelah mati. Tantangan saya adalah inkonsistensi menulis,dan begitu karya terbit pun rasanya tidak ada upaya agar buku saya best seller sehingga bisa lebih luas azas kebermanfaatan...

Kelas kupu-kupu, mencari sahabat berbagi

Alhamdulillah segala puji bagi Allah karena telah menyampaikan saya di kelas kupu-kupu ini. Gebrakan pertama fase kupu-kupu saat bulan Ramadhan. Tidak mudah tentunya menjalaninya, bagaimana harus beradaptasi dengan waktu dan kebiasaan baru. Yang tidak mudahnya lagi adalah mencari pasangan sebagai mentor dan mentee kita. Cari sana sini, japrian, melamar, penolakan semua tumplek jadi satu, kadang sudah Nemu yang pas eh pinangan kita ditolak.  Ada juga kisah saya sudah jalan dan perkenalan lebih dalam, tiba-tiba putus hubungan, hehe bener bener seperti cari jodoh ya.  Endingnya pencarian ini setelah saya mendapat mentor yang pas untuk membimbing saya belajar menulis dan mentee yang percaya  kepada saya untuk berbagi ilmu parenting. Selamat berproses di fase baru.

Sparkling Ramadhan from Home

Adanya virus covid-19 ini membuat jadwal berubah. Hampir seluruh aktivitas mengalami penyesuaian, mulai dari aktivitas pagi hingga malam. Ada hikmah yang bisa diambil, salah satunya adalah membuat bonding keluarga semakin erat karena intensitas kerja abinya juga lebih banyak dari rumah. Moment banget ini. Nah berhubung sebentar lagi romadhon dan banyak sekali himbauan untuk tetap melakukan social distancing, maka saya mencoba menyusun mini project untuk keluarga saya. Jika tahun lalu selalu ada program safari masjid dan i'tikaf di masjid, sepertinya tahun ini kami meniadakan dulu sembari menunggu kondisi stabil. Judul mini proyek saya adalah Sparkling Ramadhan from Home. Kegiatannya adalah membuat suasana Ramadhan jadi asyik dan menyenangkan walaupun di rumah saja. Mungkin kegiatannya tidak jauh beda dengan ramadhan tahun lalu, seputar sholat tarawih, tilawah Qur'an, dan seputar itu. Hanya saja saya akan membuat challenge untuk anak-anak dan mengemas agar ramadhan kali in...

Iman Sebelum Quran

Gambar
Teman, kata ini bukanlah sekedar kata biasa. Tapi ini realitas, berdasarkan pengalaman, dari 2 bocah kecil yang menjadi guru kehidupan saya, bahwa menanamkan iman dulu sebelum mengajarkan Qur'an akan lebih berbekas dan memudahkan kita dalam mengajarkan tugas mereka selanjutnya. Bukankah tugas manusia ini sebagai khalifah di bumi? Satu kata berjuta makna jika kita menelaah maksudnya. Dan menghafal Qur'an ini adalah sebagian dari tanggung jawab tersebut, bukan tujuan utama manusia di bumi. Saya tekankan dulu. Bahwa semua ada urutannya, fasenya, tidak ujug-ujug bisa segalanya. Termasuk dalam mendidik anak ini, ada urutannya. Saya yang dulunya berpikir bukannya semakin baik mengajarkan Qur'an dari kecil ke anak-anak memilih memasukkan anak-anak untuk sekolah di sekolah Qur'an, dengan harapan anak menjadi hafidz Qur'an, tanpa memahami betul makna kata hafidz tersebut, dengan target hafalan yang masyaAllah dan tentunya keseharian bersama Qur'an yang pa...

Puasa Pekan 1 : medsos distancing

Gambar
Oke gaes, rada sedih ni, soalnya udah bikin tulisan terus gagal upload dong, dan belum ke save, eh kehapus lagi.  Jadi puasa kebiasan buruk pekan 1 ini tentang medsos distancing. Siapa di sini yang juga hobi kepoin status orang hayoo ngaku? Wkwkw kita temen lah ya, enak banget emang rebahan sambil gegoleran pegang HP yang katanya smart tapi bikin kita kadang gak smart smart ini. Sebagai kaum emak rebahan, saya tak jarang kepo dengan status teman-teman.  Nah seru kan ya, liatin mereka foto dengan background negara yang kita belum pernah ke sana, video sweet memories bareng keluarga, postingan lagi makan apa, belanja apa, sama siapa,ngapain aja. Terus kita mau telpon dong pasangan, berharap bisa begitu juga, ternyata gak direspon, kesel dah kita, terus ngambek, liat HP lagi, gitu terus tau tau sejam berlalu dan kita sadar rumah masih berantakan, makanan belum siap, anak masih rembes, namabh kacau deh mood kita, hoho. Sekarang ini, seolah dunia tanpa privasi, orang pad...