Postingan

Marah yang Bijak

Buku karya : Bunda Weningg bisa saabar dan telaten banget ndidik anak di rumah? Hayo cungy  sampe saat ini gak pernah marah, minimal ngomel sama anaknya? Kalo ada bisikin ya caranya, :) Nah sebaliknya. Siapa yang gak siap jadi "guru" dan cenderung marah-marah saat ndidik anak?  Bolehkah marah itu?  Gimana cara marah tapi elegan yak? Kalo penasaran, boleh cus lanjutin baca feed ini. Curhat dikit yak, jadi semenjak school from home, ada tanggung jawab tambahan terkait peran sebagai ibu di rumah, jadi ustadzah ala ala. Kebayang kan yang punya anak sekolahnya daring? Haha, warna warni lah ya rasanya. Seharusnya kita sadar bahwa adanya wabah ini sebagai ujian kenaikan derajat peran ibu sebagai madrasatul ulla. Sudah layakkah Allah menitipkan anak-anak untuk kita didik? Atau masih perlu ujian yang lain jika kita belum lulus di fase ini?  Ya salah satu ujian yang harus kita tuntaskan adalah ujian kesabaran, tidak mudah marah, kalaupun marah adalah marah yang bijak. Karena a...

Normally Life

Corona ini benar-benar merubah tatanan kehidupan, ada banyak hal yang berubah saat berbulan-bulan bersinggungan dengan makhluk tak kasat mata ini. Angkat jarimu jika kau sama sekali tidak kena dampaknya, mungkin dirimu hanya golongan minoritas yang tak merasakannya. Entah dampaknya positif atau negatif, sedikit atau banyak. Ibarat sekeping uang logam, selalu ada dua sisi yang bisa kita terawang, ada positif dan negatifnya, ada manis dan tangisnya. Work at home, salah satu gerakan besar yang cukup merubah rutinitas. Jika biasanya pagi dan petang hari jalanan penuh sesak dengan deru mesin kendaraan karena orang-orang berangkat dan pulang kantor, mungkin kali ini yang sesak jalanan dunia maya, karena lalu lintas data yang kian merajalela. Satu peluang juga bagi keluarga untuk bisa berkumpul dan bertatap muka secara fisik, walau mungkin hati dan jiwa belum sepenuhnya hadir. Pun bagi anak kami, rutinitas sekolah harian jadi berubah dengan pembelajaran melalui daring, yang awalnya bergelut d...

Tugas Kupu-Kupu pekan 4

Tugas kelas kupu-kupu pekan ini adalah check in. Kembali membuka peta dan melakukan pencocokan. Setelah bikin tabel prioritas di pekan 3 kemarin, ternyata mentoring Saya masuk dalam peringkat kedua, bukan program utama. Akan tetapi masih sejalan, dengan tujuan mentoring, yakni mengembangkan kemampuan menulis. Agenda belajar dan negosiasi masih sama seperti sebelumnya, saya meminta untuk tetap melanjutkan mentoring bersama, dengan konsekuensi yang telah dipertimbangkan matang-matang, mengingat perjalanan sudah sampai di tahap ini, dan sudah jauh melangkah, akan lebih susah bergerak lagi jika harus memulai hubungan dari awal, sejauh ini pun komunikasi kami juga baik, dan masih ada benang merah antara mentoring dengan program prioritas. Dan untuk program mentoring bersama mentee, Alhamdulillah masih berjalan dan lanjut ke fase selanjutnya, tidak ada masalah dan tidak ada putus hubungan, hehe, semoga tetep istiqomah sampai akhir kelas..

Tugas Kupu-Kupu pekan 3

Gambar
Alhamdulillah masih bertahan di kelas kupu-kupu,pekan ini kita diminta membuat skala prioritas dan menentukan  tujuan kelas buncek. Dan berikut tabel tugas saya Dari list prioritas di atas, uraian jangka pendek dan menengah tentang cekatan saya sebagai berikut Dan terakhir tujuan jangka panjangnya sebagai berikut

Assessment Diri

Bagaimana kita mengenal diri sendiri akan membantu kita untuk bisa menentukan arah jalan lebih cepat. Saat kita tau dimana kelebihan kita, dan kita mengasahnya lalu kita mengenal kelemahan kita dan kita tidak berlama-lama dengannya maka hal ini bisa menjadi aktivator untuk berprestasi. Dalam kelas kupu-kupu fase kedua ini kita diajak untuk memberi assessment diri, mengenal diri lebih dalam, sudah sejauh apakah kita berdaya dan bermanfaat. Dengan dibantu mentor saya, teh Deska sebagai mentor bidang kepenulisan, saya merasa bahwa menulis, dalam hal ini tulisan fiksi saya sudah pernah memulainya, dengan bukti empiris terbitnya 2 buku saya tentang parenting. Namun, kendati saya sudah menghasilkan karya, karya saya tersebut masih jauh dari harapan, karena saya berharap dengan menulis saya bisa meninggalkan jejak setelah mati. Tantangan saya adalah inkonsistensi menulis,dan begitu karya terbit pun rasanya tidak ada upaya agar buku saya best seller sehingga bisa lebih luas azas kebermanfaatan...

Kelas kupu-kupu, mencari sahabat berbagi

Alhamdulillah segala puji bagi Allah karena telah menyampaikan saya di kelas kupu-kupu ini. Gebrakan pertama fase kupu-kupu saat bulan Ramadhan. Tidak mudah tentunya menjalaninya, bagaimana harus beradaptasi dengan waktu dan kebiasaan baru. Yang tidak mudahnya lagi adalah mencari pasangan sebagai mentor dan mentee kita. Cari sana sini, japrian, melamar, penolakan semua tumplek jadi satu, kadang sudah Nemu yang pas eh pinangan kita ditolak.  Ada juga kisah saya sudah jalan dan perkenalan lebih dalam, tiba-tiba putus hubungan, hehe bener bener seperti cari jodoh ya.  Endingnya pencarian ini setelah saya mendapat mentor yang pas untuk membimbing saya belajar menulis dan mentee yang percaya  kepada saya untuk berbagi ilmu parenting. Selamat berproses di fase baru.

Sparkling Ramadhan from Home

Adanya virus covid-19 ini membuat jadwal berubah. Hampir seluruh aktivitas mengalami penyesuaian, mulai dari aktivitas pagi hingga malam. Ada hikmah yang bisa diambil, salah satunya adalah membuat bonding keluarga semakin erat karena intensitas kerja abinya juga lebih banyak dari rumah. Moment banget ini. Nah berhubung sebentar lagi romadhon dan banyak sekali himbauan untuk tetap melakukan social distancing, maka saya mencoba menyusun mini project untuk keluarga saya. Jika tahun lalu selalu ada program safari masjid dan i'tikaf di masjid, sepertinya tahun ini kami meniadakan dulu sembari menunggu kondisi stabil. Judul mini proyek saya adalah Sparkling Ramadhan from Home. Kegiatannya adalah membuat suasana Ramadhan jadi asyik dan menyenangkan walaupun di rumah saja. Mungkin kegiatannya tidak jauh beda dengan ramadhan tahun lalu, seputar sholat tarawih, tilawah Qur'an, dan seputar itu. Hanya saja saya akan membuat challenge untuk anak-anak dan mengemas agar ramadhan kali in...