Kamis, 16 Maret 2017

Anak Mas



Belajar Hidup dengan Belajar Otak (2)
Alhamdulillah, bersyukur sekali saya lahir pada generasi 90an yang masa kecilnya bahagia, tidak terpapar dengan dominansi gadget, masih bisa main leluasa di tanah lapang yang belum berubah menjadi perumahan, mandi di sungai dengan gedebog pisang dan ban dalam kendaraan roda 4, bakar-bakar singkong dan jagung di pinggir sawah, masih bisa menghirup udara segarnya pedesaan, dan semesta mendukung tumbuh kembang kami. Pun saat sekarang, saat punya anak, selain pengalaman masa kecil yang tak bisa tergantikan, di saat saya diamanhi oleh Allah anak-anak yang menggemaskan, ilmu-ilmu parenting dan komunitasnya mulai berkembang, hal yang sangat “mahal” yang tidak semua orang bisa mendapatkannya dan bisa saya dapatkan tepat pada waktunya karena anak- saya masih balita semua.  Thank’s God.
Masih berbicara tentang otak, di depan kemarin saya telah menyinggung tentang gelombang otak. Sudah baca kan bahwa gelombang alpha dan theta adalah gelombang pikiran bawah sadar. Oleh sebab itu, anak-anak yang dominan gelombang alpha dan theta nya cepat sekali dalam belajar dan mudah menerima perkataan dari orang lain apa adanya. Gelombang otak ini juga menyebabkan daya imajinasi anak-anak luar biasa sehingga dengan imajinasi mereka yang aktif membuat permainan menjadi sangat seru.
Gelombang otak theta juga dikenal sebagai “gelombang ajaib”, karena berkaitan dengan kekuatan psikis. Perasaan dekat dengan Tuhan pun akan terjadi apabila kita dapat memasuki fase gelombang theta. Anda mungkin pernah mengalaminya saat Anda berdoa, meditasi, melakukan ritual-ritual agama. Karena inilah siapa yang dekat dengan Tuhannya maka akan tenang jiwanya dan akan mudah menyerap hal – hal positif. Dan sebaliknya, siapa yang jauh dari Tuhannya maka gelombang otaknya berada pada fase gamma dan beta, selalu terjaga dan berapi-api, susah menerima masukan karena bertahan pada prinsinya sendiri yang dirasa paling benar.
Kembali kepada bahasan otak dengan konsep parenting tadi, saya pernah menuliskan juga bahwa jika kita mengetahui ilmu tentang otak maka kita akan bisa memahami dan memberikan stimulasi yang pas, tepat pada anak kita, dan tentunya mengurangi hal negatif terhadap ekspektasi orang tua. Terlebih pada usia emasnya. Saat ini, ada banyak sekali pengusaha dan lembaga yang memanfaatkan kata “golden ages” ini dengan menyasar orangtua muda yang “peduli” dengan pendidikan anaknya untuk membeli produknya. Apa yang Anda mau cari, Halo Balita, Hafidz doll, fun learning, groiler, WWP, Muhammad Teladanku? Saya jual saya jual, hehe, silakan merapat jika Anda termasuk kategori orangtua yang “peduli” dengan pendidikan anak Anda. Dapatkan diskon menarik dari saya, tsaaah :D
Apakah cukup dengan membelikan produk saja? Tentu tidak, produk-produk tersebut adalah benda mati yang penuh isi, akan hidup jika dihidupkan dengan sentuhan tangan orangtua, terlebih ibu sebagai madrasatul ula. Jika kita ingin anak kita gampang diarahkan, mudah menyerap informasi dan ilmu, taat dan gak bikin kita jadi momster, kuncinya adalah buat anak kita berada dalam fase alpha dan theta. Dengan ketenangan jiwa maka tubuhnya akan mengandung hormone serotonin, endorphin dan melatonin dalam komposisi yang pas. Caranya? Apakah dibuat ngantuk terus anak kita? Hehe, No. Caranya adalah memuatnya merasa tenang, nyaman, damai, dan DEKAT dengan TUHAN dengan rajin beribadah, latihan puasa. Kasih sayang yang penuh perlu kita berikan pada anak-anak kita, jika kita bisa menjaga kondisi anak demikian insyaAllah anak akan menjadi pribadi yang tenang, menyenangkan dan membanggakan.
Berikut tips membentuk karakter anak di usia emasnya.
1.      Memenuhi kebutuhan DASAR mereka, meliputi :
a.       Nutrisi: yang utama dan pertama adalah ASI, begitu banyak manfaat ASI ini mulai dari kandungan gizinya yang sempurna, steril dan baik untuk imun, suhunya pas, mudah diberikan dalam segala waktu dan kondisi, sehat bagi bayi dan ibu. Akan lebih baik lagi jika ASI diberikan langsung oleh Ibu pada anak karena akan meningkatkan bonding orangtua dan anak, menciptaakn hormone edorfin dan hal tersebut akan menumbuhkan rasa tenang pada anak sehingga gelombang alpha dan theta nya dominan. Beda halnya seoorang anak ASI(P) yang disusui oleh ibunya dalam ketergesaan karena harus segera ngantor, anak yang disusui oleh (maaf) rewangnya tanpa rasa cinta hanya sekedar menggugurkan kewajiban ngASIin saja, karena dalam proses menyusui ada sesuatu yang lebih dari sekedar memberi susu, tapi ada transfer cinta antar orang tua dengan anak,  
b.      Kebutuhan jiwa: rasa nyaman dan tenang, dari siapa? Ibu, ibu adalah madrasatul ula, tidak pernah ada pengganti yang bisa mengganti posisinya sebagai ibu yang mengandungnya selama 9 bulan (lebih atau kurang), jika anak menanti anda di depan kamar mandi saat anda masuk ke dalamnya, jika anak nangis saat anda tidak ada di sampingnya, jika anak tidak tenang jika anda tidak di sampingnya, selamat paling tidak anda sudah dianggap ibunya, hehe.
c.       Perlindungan dan penjagaan: setelah nutrisi dan kebutuhan jiwa pada anak terpenuhi, kebutuhan terakhir yang dia perlukan adalah perlindungan dan penjagaan terhadap eksistensinya, maraknya kasus pedofil yang terungkap beberapa waktu ini membuat saya berpikir ulang buat gak upload foto anak lagi, cuma gigit jari, jaman sekarang kejahatan ada aja, so hati-hati ya para orangtua, kejahatan tidak hanya terjadi karena adanya niat pelaku saja tapi juga karena ada kesempaan, waspadalah waspadalah (ini pesan bang napi)
2.      Menanamkan
a.       Cinta: sebagai bentuk hubungan kepada anak, seorang bayi sudah bisa merasakan gelombang cinta yang tertransfer pada dirinya, dengan rasa cinta ini maka akan menumbuhkan emphaty dan rasa tanggung jawab yang berasal dari diri sendiri, masa kecil (golden ages) adalah masa krusial orang tua menubuhkan rasa cintanya pada anak, orang yang cinta akan lebih mudah diarahkan, jangan sampai kita sebagai orangtua gagal menumbuhkan cinta tersebut sehingga anak akan mencari pelarian cinta pada hal lainnya. Kita bisa menumbuhkan cinta dengan menemaninya main, bacakan buku Muhammad teladanku, halo balita, ensiklo, yang semuanya bisa didapatkan di saya, haha (promosi lagi barangkali ada yang nyangkut), menghabiskan waktu dengannya, peduli dengannya, mendengarkan keluh kesahnya, dsb.
b.      Bahasa: yang utama adalah bahasa cinta orangtua pada anak, selanjutnya adalah bahasa dalam artian media komunikasi, seseorang sudah mulai berkembang otak bahasanya di usia 3-4 tahun, di usia ini aka nada lejitan bahasa yang luar biasa pada anak, jika sebelumnya anak hanya merekam saja apalagi yang masa kecilnya didengerin hafidz doll ya, maka pada usia ini mereka akan mulai mengungkapkan, mengeluarkan bahasanya, stock banyak-banyak kosa kata pada anak, mulai hafalan Qurannya di usia ini insyaAllah anda akan ternganga melihat perkembangan bahasanya, bacakan dan bacak berbagai macam buku berkualitas, masih belum tau lagi apa saja itu masak harus saya sebut lagi paket Muhammad teladanku, halo balita, ensiklo yang itu, berat cash? Boleh dah arisan, mari mari, dan mulai perkenalkan beberapa bahasa pada anak.
3.      Membantu anak mengatasi problem dalam hidupnya
a.       Problem awal (penyapihan, ngompol, cemburu dengan saudara) : Menyapih bagi orangtua maupun anak adalah hal berat (saya pernah menulisnya di artikel saya sebelumnya), ngadepin anak ngompol ketika dia sudah lulus TT juga salah satu hal yang meguras emosi, apalagi saat kehadiran adik barunya  anak pertama (atau yang lebih senior) cemburu dan tidak suka pada adiknya lalu bikin ulah, bijaksanalah pada anak jika anak melakukan hal demikian, karena hal itu bentuk protes pada anak, bisa diatasi jika anda sukses mengkomunikasikannya pada anak.
b.      Problem remaja (akan ada banyak case di masa ini, mulai dari fase pencarian jati diri, fase suka dengan lawan jenis, dilema dengan tugas sekolah dsb) : saya belum sampai pada tahap ini, tapi insyaAllah dengan memegang  usia 0-14 tahun pertama anak dengan menumbuhkan cinta, membuat anak terbuka dan nyaman dengan orangtua dan melatihkan disiplin dan rasa tanggungjawab anak problem anak usia ini bisa diatasi
Cukup sekian sharing saya pagi ini, semoga bermanfaat, syukur-syukur ada yang mau beli hafidz, Muhammad teladanku apa halo balita, dan produk lainnya, welcome banget say amah, hehe. Salam dari ummi J
Source:
Kajian Parentig sekolah Ibu Malang 16 Maret 2017
Hasil refresh beberapa buku dan pelatihan bareng dr. Amir

Rabu, 15 Maret 2017

Belajar Hidup dengan Belajar Otak

Bismillah


Assalamualaykum gaees, jadi ibu dengan anak dua membuatku banyak belajar, dan memang harus demikian, sebenrnya ingin bisa konsisten nulis dan berbagi dengan kalian, tapi maaf belum bisa langsung tulis di media karena saya sibuk, tsaah alasan, tapi serius rada susah buat pegang si blacky, kalau pagi siang sore aktivitas padat mau nulis malam hari aduuh mak chayati lelah, :D
Jadi gini jamaah facebookiyah yang dimuliakan Allah, saya akan berbagi sedikit ilmu saya yang dapat dari dr. Amir, tentang neuroparenting. Opo seh iku?
Al-Qur’an sudah menyinggung secara global struktur dan fungsi otak. Dalam Al-Qur’an surah al alaq ayat 16 Allah SWT menyebutkan bahwa gambaran otak manusia adalah “naqshiyah” atau yang disebut dengan ubun-ubun, di dalam ayat tersebut (Al Alaq 16) Allah menyifati naqshiyah “ubun-ubun/otak” dengan kata “kadzibatin khati’ah” yaitu yang mendustakan dan durhaka. Yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa Allah mensifati “naqsiyah” tersebut dengan mendustakan dan durhaka ?
Ubun-ubun atau otak manusia adalah yang mengarahkan seluruh tindakan yang dilakukan oleh manusia, jika otak berkehendak, maka segalanya dapat dikerjakan Ubun-ubun /otak merupakan bagian penganggung jawab atas segala tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, sedangkan anggota tubuh yang lain hanya mengikuti apa yang dikehendaki dan diputuskan oleh ubun-ubun atau otak.

Pernah gak denger kalimat, “ni orang gak ada otaknya?” atau, “woo dasar gak pake otak lu ye?”, saya jamannya masih muda dulu, sering denger orang teriak begono pas di terminal Bungurasih, haha, melas banget ya, hya sobone terminal.
Apakah kalimat itu bener? Ehm gini, Allah ada bagian otak yang hanya dimiliki manusia, tidak dimiliki makhluk lain, yaitu Prefrontal Cortex (PFC) yang letaknya di dahi, jidat, bathuk yang notabene itu jidat yang nempel dengan tanah saat kita sujud. Kalau bagian itu hancur, gak pernah dipake, maka orang tersebut hidup seperti binatang, karena Cuma pake’ otak reptile, senggol bacok. Disinilah tempatnya kebaikan/peradaban yang bisa menentukan tingkat ketaatan manusia kepada Allah. Perbuatan dosa dan maksiat bisa merusak PFC. Kegiatan dosa akan menghasilkan hormon. kortisol. Hormon kortisol yang dihasilkan akan menghancurkan PFC. Inilah cara Allah menghinakan manusia. Dengan melumpuhkan PFC  dan membuat manusia seperti layaknya binatang.
Ada bagian otak yang karakternya sama dengan binatang, yaitu otak reptil & limbik untuk refleks dan bertahan hidup manusia. Jika otak ini yang berkembang pesat (bukannya PFC), maka jadilah manusia itu seperti binatang.
Nah gaes, otak kita yang di dalam kepala itu ternyata serupa gulungan yang jika dibentangkan akan sangat luas sekali dan jika dilihat dengan mikroskop terlihat seperti semesta. Seluruh aktifitas kita terekam didalam otak tanpa terkecuali. Ada mapping terhadap apa yang tangan dan kaki kerjakan didalam otak. Dan itu semua terekam diotak tanpa kecuali ditingkat neuron. Jadi neuron berisikan goresan tinta kehidupan.
Neuron ini menghasilkan gelombang listrik yang berfluktuasi. Neuron-neuron di korteks otak mengeluarkan gelombang-gelombang listrik dengan voltase yang sangat kecil (mV). Berikut disajikan klasifikasi Gelombang Otak berdasarkan frekuensinya:
1.GAMMA (16 hz – 100 hz)
Adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan, kondisi ini dalam kesadaran penuh. Berdasarkan penyelidikan Dr. Jeffrey D. Thompson (Center for Acoustic Research) di atas gelombang gamma sebenarnya masih ada lagi yaitu gelombang Hypergamma ( tepat 100 Hz ) dan gelombang Lambda (tepat 200 Hz), akan yang merupakan geolombang-gelombang supernatural atau berhubungan dengan kemampuan yang luar biasa.
2.BETA (di atas 12 hz atau dari 12 hz s/d 19 hz)
Merupakan gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang terjaga penuh. Anda berada dalam kondisi ini ketika Anda melakukan kegiatan Anda sehari-hari dan berinteraksi dengan orang lain di sekitar Anda. Gelombang beta dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu high beta (lebih dari 19 Hz) yang merupakan transisi dengan getaran gamma , lalu getaran beta (15 hz -18 hz) yang juga merupakan transisi dengan getaran gamma, dan selanjutnya lowbeta (12 hz ~ 15 hz).
3.Sensori Motor Rhytm (12 hz – 16 hz)
SMR sebenarnya masih masuk kelompok getaran lowbeta, namun mendapatkan perhatian khusus dan juga baru dipelajari secara mendalam akhir-akhir ini oleh para ahli, karena penderita epilepsy, ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder) dan Autism ternyata tidak menghasilkan gelombang jenis ini. Para penderita gangguan di atas tidak tidak mampu berkonsentrasi atau fokus pada suatu hal yang dianggap penting. Sehingga setiap pengobatan yang tepat adalah cara agar otaknya bisa menghasilkan getaran SMR tersebut. Dan hal ini bisa dilakukan dengan teknik neurofeedback .
4.ALPHA ( 8 hz – 12 hz )
Adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksaksi atau mulai istirahat dengan tanda-tanda mata mulai menutup atau mulai mengantuk. Anda menghasilkan gelombang alpha setiap akan tidur, tepatnya masa peralihan antara sadar dan tidak sadar. Fenomena alpha banyak dimanfaatkan oleh para pakar hypnosis untuk mulai memberikan sugesti kepada pasiennya. Orang yang memulai meditasi (meditasi ringan) juga menghasilkan gelombang alpha. Frekwensi alpha 8 -12 hz , merupakan frekwensi pengendali, penghubung pikiran sadar dan bawah sadar. Anda bisa mengingat mimpi Anda, karena Anda memiliki gelombang alpha. Kabur atau jelas sebuah mimpi yang bisa Anda ingat, tergantung kualitas dan kuantitas gelombang alpha pada saat Anda bermimpi.
5.THETA ( 4 hz – 8 hz )
Adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami tidur ringan, atau sangat mengantuk. Tanda-tandanya napas mulai melambat dan dalam. Selain orang yang sedang diambang tidur, beberapa orang juga menghasilkan gelombang otak ini saat trance, hypnosis, meditasi dalam, berdoa, menjalani ritual agama dengan khusyu. Orang yang mampu mengalirkan energi chi, prana atau tenaga dalam, juga menghasilkan gelombang otak theta pada saat mereka latihan atau menyalurkan energinya kepada orang lain.
Bayi dan balita rata-rata tidur lebih dari 12 jam dalam sehari. Itulah mengapa otak anak-anak selalu dalam fase gelombang alpha dan theta. Perlu diingat, gelombang alpha dan theta adalah gelombang pikiran bawah sadar. Oleh sebab itu, anak-anak cepat sekali dalam belajar dan mudah menerima perkataan dari orang lain apa adanya. Gelombang otak ini juga menyebabkan daya imajinasi anak-anak luar biasa. Ketika mereka bermain mobil-mobilan misalnya, imajinasi mereka aktif dan permainan menjadi sangat seru.
Gelombang otak theta juga dikenal sebagai “gelombang ajaib”, karena berkaitan dengan kekuatan psikis. Berdasarkan penyelidikan para ahli, bahwa banyak terjadi kecelakaan pesawat udara, tabrakan, kebakaran, kecelakaan kapal laut yang menewaskan banyak orang. Namun ada keanehan, beberapa anak balita bisa selamat. Kemungkinan ini dikarenakan anak-anak hampir setiap saat dalam kondisi gelombang theta. Perasaan dekat dengan Tuhan pun akan terjadi apabila kita dapat memasuki fase gelombang theta. Anda mungkin pernah mengalaminya saat Anda berdoa, meditasi, melakukan ritual-ritual agama. Dengan dasar inilah “GOD SPOT” ditemukan.
6.Schumann Resonance (7.83 hz)
Schumann Resonance adalah getaran alam semesta pada frekwensi 7.83 Hz yang juga masuk dalam kelompok gelombang theta. Seseorang yang otaknya mampu menghasilkan dan mempertahan frekwensi ini memiliki kemampuan supernatural, seperti ESP, telepati, clayrvoyance, dan fenomena psikis lainnya. Anak indigo, yaitu anak super cerdas yang biasanya berkemampuan ESP atau Extra Sensory Perception, juga bisa memasuki gelombang ini dengan mudah dan konstan.
7.DELTA (0.5 hz – 4 hz)
Adalah gelombang otak yang memiliki amplitudo yang besar dan frekwensi yang rendah, yaitu dibawah 3 hz. Otak Anda menghasilkan gelombang ini ketika Anda tertidur lelap, tanpa mimpi. Fase delta adalah fase istirahat bagi tubuh dan pikiran. Tubuh Anda melakukan proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan jaringan, dan aktif memproduksi sel-sel baru saat Anda tertidur lelap.
Jadi setelah tau tentang otak dan gelombangnya kita bisa menstimulasi diri kan, dan mari belajar bersama ummi J
Source:
Hasil belajar dengan dr. Amir
https://mawarizqa.wordpress.com/jenis-jenis-gelombang-otak/

Kamis, 09 Maret 2017

Menyapih





Bismillah, setelah semingguan vacuum karena abang sakit trus disusul adek sakit dan terkhir emaknya yang sakit,  hari ini Alhamdulillah anak-anak sudah sehatan dan mendingan, kerjaan rumah sudah beres, gunungan setrikaan sudah berubah menjadi tumpukan baju yang rapi nan wangi. Fyuuh, Alhamdulillah, saatnya kejar tayang, mengejar ketertinggalan tugas perkuliahan bunda sayang.
Let’s go.
Tantangan kemandirian selanjutnya yang akan saya tulis adalah tentang masalah klise, selain urusan memamah biak, penyapihan adalah salah satu tantangan terberat bagi saya. Why? Karena, ya itu tadi ada korelasi positif karena anak saya yang kedua susah makan, ASI adalah senjata pamungkas untuk mengatasinya, baik mengatasi sumber energy padanya maupun mengatasi rasa ketidaknyamanan jika harus jauh dari ASI.
Mohon maaf, jika dirasa kalimat saya vulgar harap untuk tidak dibaca saja ya, tapi insyaAllah ada hikmah yang bisa diambil dari tulisan ini, amiin. Menyusui bagi seorang ibu adalah proses yang menyenangkan sekaligus menyakitkan, Anda para pria tidak akan merasakannya, jadi no comment ya, aku galak, hahaha. Di saat dekat dengan anak, bonding yang terjalin saat menyusui benar-benar tidak bisa diekspresikan, hanya kami, ibu-ibu yang tau. Pun ketika anak kita sudah bergigi, yang ketika dia menyusu sambil gigit gigit dan tarik tarik, sampai berdarah-darah dan lecet-lecet, emaaaak rasanya yah begitulah, sulit juga diekspresikan dengan kata-kata, tapi tenang, kasih sayang kami para emak-emak mampu mengalahkan rasa sakit itu, tsaaah, kibas jilbab.
Saat menyusui ada beberapa teknik yang harus dikuasai oleh kami para emak, agar tidak menyakiti diri sendiri dan anak, antara lain :
1.       Saat masih baru lahir, usahakan lakukan inisiasi dini
2.       Berikan kolostrum pada bayi karena pada kolostrum mengandung zat kekebalan tubuh dan hanya ASI sampai usia 6 bulan pertama
3.       Susui bayi sesering mungkin dengan payudara kanan dan kiri secara bergantian
4.       Susui dengan payudara terasa kosong baru ganti ke sisi satunya
5.       Lekatkan mulut bayi secara penuh ke area aerola (putting yang berwarna coklat) dan jaga agar hidung bayi tidak tertutup payudara ibu sehingga menyusahkan bayi saat bernafas
6.        Jaga kebersihan payudara ibu dan senam agar ASI lancer keluarnya
Setelah itu, susui anak-anak dengan kasih sayang dan jangan lupa do’anya ya bu ibu, sounding harapan Anda ke anak, insyaAllah anak akan merekamnya dengan baik dan Allah akan mengijabah doa ibu yang tulus. Selain manfaat kesehatan, menyusui juga menenangkan anak, dulu mah jamannya masih ASI kalo kemana-mana atau lagi apa, malam-malam anak kebangun dan anak rewel gampang, udah sodorin aja ASI anak bakalan tenang, tapi tapi tapi, tantangan ketika mau lepas ASI, sabar ya mak, inhale, exhale, kabur dulu deh dari anak biar bom atom gak meledak. Belum lagi rasa nyeri nyeri tei’ saat ASI kebendung dan gak dikeluarkan, serius hanya emak-emak yang tau rasanya, bapak-bapak dilarang comment. Setelah lepas ASI, emak kudu ekstra kerja keras bin kreatif cari cara nenangin anak dan menuhi kebutuhan gizi mereka, apalagi anak yang sulit banget makan, errrgh, gigit jari angkat tangan.
Belum lagi kalo ada tantangan pada ibu yang harus bekerja meninggalkan anaknya, pumping, itu adalah satu proses yang makan waktu dan juga gak ehmm, gak bisa dibilang enak juga sih. Walaupun gak melakukannya, tapi saya paham rasanya emak emak yang bekerja itu, semangat emak’e.
Nah, bicara masalah penyapihan, sebenarnya buat apa sih anak harus disapih? Penting ya? Susuin aja deh sampe dia lepas sendiri, toh ni ASI juga masih keluar, begitu? Jadi bunda, cie bunda sekarang, tadi emak ^,^v  Dalam Al Quran disebutkan bahwa proses menyusui ini sampai usia 2 tahun, lagi ya 2 tahun, bukan 3,4,5 sampe 6. Ternyata saat saya diskusi dengan anakpsikologi yang saat itu jadi roommate saya di kos-kosan, ternyata ada efek psikologis nya juga loh proses penyapihan pada usia 2 tahun ini terhadap kemandirian anak. Iya saya tau, nyapih ini kagak mudah, berdarah-darah menguras energy, membanjirkan keringat dan mengoyak kesabaran, betul demikian? Pengalaman anak dua.  Tapi bunda, sadarlah, dua tahun sudah cukup baginya untuk menikmati ASI ini, saya pun mengalaminya, menyapih itu butuh KETEGAAN demi kemandirian anak, latihan kemandirian untuk lepas dari ketergantungan terhadap ibunya, juga melatih fitrah seksualitasnya karena usia segitu kita mulai bisa mengajarkan konsep aurot. Saya pun sedang on process kasus ini, Alhamdulillah sudah bisa lepas sih Cuma anak kadang masih pengen apalagi kalu liat anak bayi lagi nen, tutup nih mata anak, kasian batinnya tersiksa. Menyapih pun tidak bisa langsung, semua ada prosesnya, panjang dan berliku. Berikut tips menyapih ala-ala by ummu abdurrozaq ya:
1.       Sounding tentang penyapihan dari usia 1,5 tahun, akan lebih baik jika Anda gunakan dialog iman bahwa Allah hanya membolehkan anak menyusu sampai usia 2 tahun
2.       Kurangi secara bertahap volume dan intensitas menyusu si kecil, missal 1 bulan pertama hanya berikan ASI di ruang tertutup di  jam  pagi, menjelang tidur dan jam tidur, lalu bulan selanjutnya jangan berikan di jam siang ,dst
3.       Hindari penggunaan paitan (missal dioles obat dkk), olesan betadine atau semacamnya, karena secara tidak sadar Anda telah mengajari anak untuk berbohong dan bisa merusak mental cinta yang selama ini telah terjalin dengan anak karena anak takut dan gak mau dekat dengan ibunya karena alasan itu, gak mau kan punya anak yang ahli berbohong, ^.^v
4.       Perbanyak konsumsi makanan berat atau susu pengganti (karena anak saya susah makan maka saya alokasikan UHT yang lebih banyak)
5.       Hindari penggunaan dot pada bayi, karena selain dampak kesehatan untuk gigi anak yang tidak bagus anak akan susah lepas dari dot karena kenikmatan dia mengenyot. Saya pernah melakukan kesalah anak pertama saya dulu saya sapih dengan pindah susu di dot, akibatnya giginya gigis coklat-coklat sekarang (kata dokter akibat dot sih)
6.       Jangan pelit berikan pujian, pelukan bila perlu hadiah karena anak bisa mengurangi volume menyusunya dan lepas ASI
7.       Jadilah ibu yang cinta dan peduli anak dengan rasa TEGA lepas ASI (karena biasanya alasan gak tega ini akan memperlambat proses penyihan, TEGAS (jangan mau dibujuki anak kita dengan rengekannya ya bunda, hihi) dan KONSISTEN (jadi kalu sudah lepas ya sudah jangan uji mental anak kita mau dicobain lagi buat ng-ASI)
Semoga bermanfaat J
#Gamelevel2.6
#BundaSayang
#tantangankemandirian
#InstitutIbuProfesional

Kamis, 02 Maret 2017

Om Toilet Om



Masih ingat dengan kalimat viral di atas? Haha, ini mah viralnya anak saya sendiri, diluar sana telolet di rumah saya toilet. Setelah kemarin urusan makan dan tidur. Salah satu fase melatif kemandirian anak di usia balita adalah urusan belakang, ya toilet training.  Coba ngacung yang anaknya sampai usia 3 tahun masih pake diapers karena ortunya malas bersih-bersih dan malas baunya siapa? Udah jangan tolah toleh gak ada orang kok di samping, hihi. Jadi perkara kencing ini ada hadist nya lho, bahkan kata Rasul banyak umatnya yang nanti dapat adzab kubur gara-gara masalah kencing, dieengg banget khan. Semoga kita tidak termasuk. Amiin.
Kenapa eh kenapa masalah kencing kok bisa segitunya, kencing ya kencing aja, gak usah bawa-bawa siksa kubur, begitu pengennya? Nah mari kita belajar bersama-sama, Kencing, entah gimana sejarahnya itu disebut air seni adalah salah satu cara tubuh membuang zat sisa atau racun dari dalam tubuh. Rata-rata orang yang minum 2 L  per hari akan kencing sekitar 7 kali dalam 24 jam, tapi itu hanya rata-rata jadi kalau berbeda sangat wajar ya, tergantung jumlah dan jenis cairan yang diminum, suhu udara, dan bisa juga obat.
Jadi bisa kencinng itu adalah anugrah, sehat. Nah kita para orangtua kece dan muda, haha, rada malas nih ya sama urusan belakang begitu. Belum lagi, lagi enak-enak makan pake tangan trus anak minta ke toilet, atau pernah ni ngemall tiba-tiba ada yang bisikin, ummi mau pipis, tambah lagi, ummi mau ee’, padahal itu toilet nun jauh di sana, belum lagi kalo toilet umum yang kadang baud an jorok.
Untuk urusan pipis alhamdulilah done. Sekali dua kali lah dalam seminggu kadang si adek masih bocor kalo tidur malam. Oke, tantangan kemandirian selanjutnya bagi anak saya dan tantangan pelatihan kemandirian bagi saya adalah toilet training cebok pup sendiri bagii anak-anak, khususon yang besar dulu karena jangkauan tangan untuk anak yang kecil kalo ke belakang belum sampai.
Berikut panduan yang akan saya gunakan;
1.       Selalu lihat reaksi anak ketika ingin ke toilet, missal pegang daerah vitalnya atau tercium bau-bau tidak sedap (gas) -> Alhamdulillah done
2.       HANYA gunakan diapers jika bepergian jarak jauh untuk anak di atas 1 tahun maksimal 2 tahun -> Alhamdulillah done
3.       Setiap beberapa jam sekali (4) ajak anak ke toilet untuk pipis
4.       Ajari adab kamar mandi, mulai doa, kaki kiri masuk duluan, kaki kanan keluar duluan, siram sampai bersih gak ada warna dan baunya lagi -> Alhamdulillah done
5.       Ajari tentang organ vitalnya, fungsinya, pantangannya, gak boleh dilihat dan dipegang orang lain dan ajarakan RASA MALU pada anak-> done dan on process
6.       Latihan cebok sendiri setelah -> on process
Semoga tantangan kemandirian anak-anak saya bisa tuntas maksimal sampai usia 4 tahun.

#Gamelevel2.4
#BundaSayang
#tantangankemandirian
#InstitutIbuProfesional