Jumat, 23 Juni 2017

Belajar Sholat




Saya pernah baca tulisan teman saya yang dimuat di salah satu situs parenting terkemuka, tentang masjid ramah anak, ehm, iya sih sebagai orangtua kita memang wajib mengenalkan anak pada rumah ibadahnya. Namun kita sebagai orangtua pun perlu tahu kapan waktu yang tepat membawa anak ke masjid dan kapan harus menahan anaknya dari masjid. Saya pernah ditegur oleh tetangga saya, karena bawa duo bocil ke dalam masjid.
Kejadiannya saat itu kami habis lari-lari pagi, karena lelah, saya ajak anak-anak duduk-duduk di masjid. Dan langsung, mereka yang seolah tak pernah habis batreinya lari-larian ke sana kemari, bukan di jam sholat padahal, tapi saya langsung didatangi dan dinasehati bahwa masjidnya tidak untuk main anak-anak. Gusar? Iya, juga sih.
Lalu ada kejadian lagi, anak pertama saya tetiba kencing di karpet masjid pas ada pengajian ibu-ibu. Marah sama anak? Iya, tapi rasanya juga percuma.
Pernah juga, saat anak saya jadi makmum, dia sudah tau apa yang dibaca imamnya lalu anak saya menikuti dengan bacaan keras, entah karena tidak focus terganggu suara anak saya atau gimana bacaan imam tersebut jadi kurang tepat, dan benar apa yang saya khawatirkan kejadian, anak saya langsung nyeletuk kalo imamnya salah, harusnya begini, lalu sang imam mengganti dengan bacaan surat pendek, anak saya coment lagi loh belum selesai kok udah ganti lagi.
Kejadian terbaru, saat tarawih, anak saya yang kedua, baru rokaat satu sudah ilang dari sebelah saya, tak berapa lama terdengar tangisannya ternyata dia kecemplung di got karena lari-larian ikut embak embak, gelap dan gak kliatan dia langsung lari saja.

Dari kejadian di atas, saya sadar bahwa saya terlalu egois jika memaksakan diri untuk mengjaka anak kecil ikut sholat jamaah di masjid (apalagi tarawih), memang iya saya mau ibadah tapi saya juga harus menghargai yang lain dan tidak mengganggu ibadah mereka dengan ulah anak saya.
Kalaupun mau ibadah bersama saya harus cari posisi pw dimana anak anak merasa luang, nyaman, dan mudah akses keluar masuknya agar tidak mengnggu ibdah yang lain.

Bersyukur nemu buku ini, tentang adab-adab dalam sholat.
Dari abid, anak-anak saya belajar bahwa saat sholat harus mengikuti imam, sebelum sholat harus berwudhu, dan ada beberapa hal yang tidak boleh mereka lakukan dalam sholat.

#TantanganHari10
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst


Halo Balita





Halo balita, halo halo.
Aku bisa andi sendiri, makan sendiri, pakai baju sendiri, hore.

Ini adalah penggalan lagu yang dihafal anak saya, lagu soundtrack sebuah buku, apa?! buku ada soundtracknya? Kayak film aja ya J
Tapi ini fakta, dan dengan soundtrack tersebut cukup membantu saya dalam mengajari anak-anak saya tentang apa yang sebaiknya dan seharusnya mereka lakukan.
Dengan pengantar kisah Sali dan Saliha, anak-anak jadi lebih mudah diarahkan untuk mandiri.

#TantanganHari9
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Akslerasi Parenting




Jika sebelumnya kisah yang ditulis dalam tugas ini adalah kisah anak-anak. Maka kali ini ummi yang akan berbagi. Akslerasi parenting adalah salah satu cara yang praktis untuk “mencuri” ilmu
 dari ahlinya. Terkadang ada banyak pelajaran berharga di sekitar kita yang sebenarnya bisa diambil hikmahknya namun kita luput darinya. Dan membaca, iqro, adalah salah satu caranya untuk akslerasi hal tersebut.

Sebelumnya saya tidak terlalu tertarik dengan sosok balita yang rame di masyarakat, Kirana.
Saya rasa banyak yang sudah kenal dengannya, jadi tak perlu saya perkenalkan lagi kan ya. J

Baru-baru ini, ibu Kirana membagikan ilmunya dalam sebuah buku, judulnya Happy Little Soul, awalnya, seperti yang saya sampaikan tadi, bahwa saya tidak terlalu tertarik dengn kisah Kirana, namun karena adik saya sering muter videonya dan ditujunkin link ig nya, saya kepo, hehe.
Dari situ saya tau beliau menulis buku, dan salah satu cara saya untuk mengcopas ilmunya dalam mendidik anak imutnya dalah dengan membaca bukunya.

#TantanganHari8
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Bobo Junior




Majalah ini adalah majalah legendaris, dari jaman umminya kecil, sampai sudah beranak pinak begini, majalah ini masih tetep eksis. Ada beberapa halaman yang disukai anak saya, yakni bagian paling belakang, yang membaca dengan gambar dan komik-komik kecil bojun.
Ilmu pengetahuan dan aktivitasnya pun cukup banyak jadi anak-anak saya merasa senang dengan majalah ini. Dengan karakter kelinci dan keluarganya yang unik, bobo memang menjadi teman bermain dan belajar yang menyenangkan.
#TantanganHari7
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Science is Fun



Beralih dari buku agama, anak-anak membaca buku science, judulnya confidence with science, judul magnet. Di buku ini dikemas dalam bentuk kisah, ada beberapa bagian dalam bentuk komik, anak-anak merasa asyik belajar ilmu pengetahuan dan simulasi dalam lab mini mereka dengan panduan dari buku tersebut.
Anak-anak merasa senang sekali dengan aktivitas yang mereka lakukan. Saat membaca buku mereka berimajinasi dengan science yang dikisahkan, bagaimana magnet itu amazing, bisa menarik benda-benda logam. Ummi menyiapakan beberapa benda, karet, penghapus, sendok, jepit jemuran, peniti dll. Magnet yang kami gunakan pun magent sisa mainan yang sudah rusak dan kami bongkar. Kami belajar memisahkan mana yang bisa ditarik magnet mana yang tidak bisa, kenapa bisa ditarik kenapa tidak, dan terkahir, ummi mengambil kertas, meletakkan magnet di bawahnya dan menaburkan pasir di atas kertas. Wow, ternyata ada beberapa serbuk besi yang menempel, ummi tarik ke kanan dank e kiri, mereka pun mengikuti, anak-anak merasa senang dan tidak sadar bahwa dalam permainan mereka sebenarnya mereka telah belajar.

#TantanganHari6
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst