Kamis, 16 Maret 2017

Anak Mas



Belajar Hidup dengan Belajar Otak (2)
Alhamdulillah, bersyukur sekali saya lahir pada generasi 90an yang masa kecilnya bahagia, tidak terpapar dengan dominansi gadget, masih bisa main leluasa di tanah lapang yang belum berubah menjadi perumahan, mandi di sungai dengan gedebog pisang dan ban dalam kendaraan roda 4, bakar-bakar singkong dan jagung di pinggir sawah, masih bisa menghirup udara segarnya pedesaan, dan semesta mendukung tumbuh kembang kami. Pun saat sekarang, saat punya anak, selain pengalaman masa kecil yang tak bisa tergantikan, di saat saya diamanhi oleh Allah anak-anak yang menggemaskan, ilmu-ilmu parenting dan komunitasnya mulai berkembang, hal yang sangat “mahal” yang tidak semua orang bisa mendapatkannya dan bisa saya dapatkan tepat pada waktunya karena anak- saya masih balita semua.  Thank’s God.
Masih berbicara tentang otak, di depan kemarin saya telah menyinggung tentang gelombang otak. Sudah baca kan bahwa gelombang alpha dan theta adalah gelombang pikiran bawah sadar. Oleh sebab itu, anak-anak yang dominan gelombang alpha dan theta nya cepat sekali dalam belajar dan mudah menerima perkataan dari orang lain apa adanya. Gelombang otak ini juga menyebabkan daya imajinasi anak-anak luar biasa sehingga dengan imajinasi mereka yang aktif membuat permainan menjadi sangat seru.
Gelombang otak theta juga dikenal sebagai “gelombang ajaib”, karena berkaitan dengan kekuatan psikis. Perasaan dekat dengan Tuhan pun akan terjadi apabila kita dapat memasuki fase gelombang theta. Anda mungkin pernah mengalaminya saat Anda berdoa, meditasi, melakukan ritual-ritual agama. Karena inilah siapa yang dekat dengan Tuhannya maka akan tenang jiwanya dan akan mudah menyerap hal – hal positif. Dan sebaliknya, siapa yang jauh dari Tuhannya maka gelombang otaknya berada pada fase gamma dan beta, selalu terjaga dan berapi-api, susah menerima masukan karena bertahan pada prinsinya sendiri yang dirasa paling benar.
Kembali kepada bahasan otak dengan konsep parenting tadi, saya pernah menuliskan juga bahwa jika kita mengetahui ilmu tentang otak maka kita akan bisa memahami dan memberikan stimulasi yang pas, tepat pada anak kita, dan tentunya mengurangi hal negatif terhadap ekspektasi orang tua. Terlebih pada usia emasnya. Saat ini, ada banyak sekali pengusaha dan lembaga yang memanfaatkan kata “golden ages” ini dengan menyasar orangtua muda yang “peduli” dengan pendidikan anaknya untuk membeli produknya. Apa yang Anda mau cari, Halo Balita, Hafidz doll, fun learning, groiler, WWP, Muhammad Teladanku? Saya jual saya jual, hehe, silakan merapat jika Anda termasuk kategori orangtua yang “peduli” dengan pendidikan anak Anda. Dapatkan diskon menarik dari saya, tsaaah :D
Apakah cukup dengan membelikan produk saja? Tentu tidak, produk-produk tersebut adalah benda mati yang penuh isi, akan hidup jika dihidupkan dengan sentuhan tangan orangtua, terlebih ibu sebagai madrasatul ula. Jika kita ingin anak kita gampang diarahkan, mudah menyerap informasi dan ilmu, taat dan gak bikin kita jadi momster, kuncinya adalah buat anak kita berada dalam fase alpha dan theta. Dengan ketenangan jiwa maka tubuhnya akan mengandung hormone serotonin, endorphin dan melatonin dalam komposisi yang pas. Caranya? Apakah dibuat ngantuk terus anak kita? Hehe, No. Caranya adalah memuatnya merasa tenang, nyaman, damai, dan DEKAT dengan TUHAN dengan rajin beribadah, latihan puasa. Kasih sayang yang penuh perlu kita berikan pada anak-anak kita, jika kita bisa menjaga kondisi anak demikian insyaAllah anak akan menjadi pribadi yang tenang, menyenangkan dan membanggakan.
Berikut tips membentuk karakter anak di usia emasnya.
1.      Memenuhi kebutuhan DASAR mereka, meliputi :
a.       Nutrisi: yang utama dan pertama adalah ASI, begitu banyak manfaat ASI ini mulai dari kandungan gizinya yang sempurna, steril dan baik untuk imun, suhunya pas, mudah diberikan dalam segala waktu dan kondisi, sehat bagi bayi dan ibu. Akan lebih baik lagi jika ASI diberikan langsung oleh Ibu pada anak karena akan meningkatkan bonding orangtua dan anak, menciptaakn hormone edorfin dan hal tersebut akan menumbuhkan rasa tenang pada anak sehingga gelombang alpha dan theta nya dominan. Beda halnya seoorang anak ASI(P) yang disusui oleh ibunya dalam ketergesaan karena harus segera ngantor, anak yang disusui oleh (maaf) rewangnya tanpa rasa cinta hanya sekedar menggugurkan kewajiban ngASIin saja, karena dalam proses menyusui ada sesuatu yang lebih dari sekedar memberi susu, tapi ada transfer cinta antar orang tua dengan anak,  
b.      Kebutuhan jiwa: rasa nyaman dan tenang, dari siapa? Ibu, ibu adalah madrasatul ula, tidak pernah ada pengganti yang bisa mengganti posisinya sebagai ibu yang mengandungnya selama 9 bulan (lebih atau kurang), jika anak menanti anda di depan kamar mandi saat anda masuk ke dalamnya, jika anak nangis saat anda tidak ada di sampingnya, jika anak tidak tenang jika anda tidak di sampingnya, selamat paling tidak anda sudah dianggap ibunya, hehe.
c.       Perlindungan dan penjagaan: setelah nutrisi dan kebutuhan jiwa pada anak terpenuhi, kebutuhan terakhir yang dia perlukan adalah perlindungan dan penjagaan terhadap eksistensinya, maraknya kasus pedofil yang terungkap beberapa waktu ini membuat saya berpikir ulang buat gak upload foto anak lagi, cuma gigit jari, jaman sekarang kejahatan ada aja, so hati-hati ya para orangtua, kejahatan tidak hanya terjadi karena adanya niat pelaku saja tapi juga karena ada kesempaan, waspadalah waspadalah (ini pesan bang napi)
2.      Menanamkan
a.       Cinta: sebagai bentuk hubungan kepada anak, seorang bayi sudah bisa merasakan gelombang cinta yang tertransfer pada dirinya, dengan rasa cinta ini maka akan menumbuhkan emphaty dan rasa tanggung jawab yang berasal dari diri sendiri, masa kecil (golden ages) adalah masa krusial orang tua menubuhkan rasa cintanya pada anak, orang yang cinta akan lebih mudah diarahkan, jangan sampai kita sebagai orangtua gagal menumbuhkan cinta tersebut sehingga anak akan mencari pelarian cinta pada hal lainnya. Kita bisa menumbuhkan cinta dengan menemaninya main, bacakan buku Muhammad teladanku, halo balita, ensiklo, yang semuanya bisa didapatkan di saya, haha (promosi lagi barangkali ada yang nyangkut), menghabiskan waktu dengannya, peduli dengannya, mendengarkan keluh kesahnya, dsb.
b.      Bahasa: yang utama adalah bahasa cinta orangtua pada anak, selanjutnya adalah bahasa dalam artian media komunikasi, seseorang sudah mulai berkembang otak bahasanya di usia 3-4 tahun, di usia ini aka nada lejitan bahasa yang luar biasa pada anak, jika sebelumnya anak hanya merekam saja apalagi yang masa kecilnya didengerin hafidz doll ya, maka pada usia ini mereka akan mulai mengungkapkan, mengeluarkan bahasanya, stock banyak-banyak kosa kata pada anak, mulai hafalan Qurannya di usia ini insyaAllah anda akan ternganga melihat perkembangan bahasanya, bacakan dan bacak berbagai macam buku berkualitas, masih belum tau lagi apa saja itu masak harus saya sebut lagi paket Muhammad teladanku, halo balita, ensiklo yang itu, berat cash? Boleh dah arisan, mari mari, dan mulai perkenalkan beberapa bahasa pada anak.
3.      Membantu anak mengatasi problem dalam hidupnya
a.       Problem awal (penyapihan, ngompol, cemburu dengan saudara) : Menyapih bagi orangtua maupun anak adalah hal berat (saya pernah menulisnya di artikel saya sebelumnya), ngadepin anak ngompol ketika dia sudah lulus TT juga salah satu hal yang meguras emosi, apalagi saat kehadiran adik barunya  anak pertama (atau yang lebih senior) cemburu dan tidak suka pada adiknya lalu bikin ulah, bijaksanalah pada anak jika anak melakukan hal demikian, karena hal itu bentuk protes pada anak, bisa diatasi jika anda sukses mengkomunikasikannya pada anak.
b.      Problem remaja (akan ada banyak case di masa ini, mulai dari fase pencarian jati diri, fase suka dengan lawan jenis, dilema dengan tugas sekolah dsb) : saya belum sampai pada tahap ini, tapi insyaAllah dengan memegang  usia 0-14 tahun pertama anak dengan menumbuhkan cinta, membuat anak terbuka dan nyaman dengan orangtua dan melatihkan disiplin dan rasa tanggungjawab anak problem anak usia ini bisa diatasi
Cukup sekian sharing saya pagi ini, semoga bermanfaat, syukur-syukur ada yang mau beli hafidz, Muhammad teladanku apa halo balita, dan produk lainnya, welcome banget say amah, hehe. Salam dari ummi J
Source:
Kajian Parentig sekolah Ibu Malang 16 Maret 2017
Hasil refresh beberapa buku dan pelatihan bareng dr. Amir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar